Daftar Isi

PP Zainul Hasan, Genggong Kraksan, Probolinggo

Pesantren ini didirikan oleh KH. Muhammad Hasan tahun 1840. KH. Muhammad Hasan adalah penulis sejumlah buku agama berbahasa Arab yang pernah nyantri di pesantren Bangkalan dan kota Makkah serta berguru kepada ulama besar asal Indonesia ustadz Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantani. Kitab-kitab yang pernah ditulisnya antara lain Aqidatut Tauhid fi Ilmit Tauhid, Nadhom Safinah fi Ilmil Fiqh, Al Hadits ala Tartibil Khurufil Hijaiyah, Khutbatun Nikah, Khutbatul Jum'ah dan Asy-syi'ru fi Lughotil Maduriah.

Setelah wafat tahun 1955 kepemimpinan pesantren yang terletak di desa Genggong, 28 kilometer tenggara kabupaten Probolinggo, diteruskan oleh putranya KH. Hasan Saifurrizal. Seorang santri Tebuireng, Rejoso, Peterongan dan Lirboyo, yang juga pejuang revolusi kemerdekaan. Selain belajar mengaji kitab secara tradisional, para santri umumnya bersekolah di madrasah atau sekolah yang ada di lingkungan pesantren. Model madrasi yang sudah dikembangkan antara lain, TK, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SMP, SMA dan Universitas Zainul Hasan (UNZAH) yang terletak 10 km dari pesantren, di kota kecamatan Kraksaan. Selain itu masih ada lembaga pendidikan khusus Qur'an, yaitu Darul Qur'an dan Darul Lughoh (khusus bahasa Arab).