Daftar Isi

Pesantren Anak Alquran Al-Uswah, Jatiasih, Bekasi

Dalam perspektif Islam, anak merupakan amanah Allah yang harus dididik menjadi shaleh/shalehah, berilmu dan bertakwa kepada Allah. Kewajiban ini adalah tanggung jawab kedua orangtuanya, dan di akhirat kelak harus dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Namun kewajiban mendidik ini, khususnya pendidikan agama tampaknya kurang mendapat perhatian dari orang tua. Hal ini bisa dibuktikan lewat temuan pada tahun 1988 yang memperkirakan sekitar 60% hingga 70% anak-anak dan generasi muda Indonesia buta huruf Alquran. Dan dikhawatirkan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Padahal, dalam Islam ditegaskan "Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: pertama mencintai Nabimu, kedua, mencintai keluarga Nabi, ketiga, membaca Alquran." (HR Tabrani). Hadits ini mengajarkan, bahwa membaca Alquran itu harus dilakukan oleh orang tua sejak anak-anak berusia dini. Ditegaskan sejak dini, karena di usia tersebut daya tangkap dan potensi anak-anak akan menerima pelajaran masih sangat mudah.

Hal ini terbukti dari siswa-siswa usia dini yang dididik di Pesantren Al-Uswah di Kampung Pedurenan, Desa Jatiasih, Kab Bekasi. Mereka dengan fasih melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Bahkan, mereka sanggup melanjutkan bacaan ayat Quran yang sebelumnya dilantunkan oleh gurunya. Mereka juga sangat fasih dan lancar berbicara bahasa Arab dan Inggris.

Menurut Yayasan Al-Uswah, pola pendidikan yang ditanamkan di pesantrennya ini menggunakan pola pendidikan terpadu. Yaitu perpaduan antara pengembangan kepesantrenan dengan pembekalan Dinuel Islam (Alquran) dengan pengembangan pendidikan formal.

Pendidikan Islam Al-Uswah ini terdiri dari TK dan SD. Sedangkan kemampuan dan pembekalan siswa dibagi dalam tiga pola, yaitu pendidikan formal, pendidikan pesantren yang menekankan pada penguasaan membaca, menghapal dan mendalami Alquran, serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

Ketiga, para siswa yang mondok di pesantren ini mendapat tambahan pelajaran berupa pengembangan potensi anak berupa keterampilan, pengembangan daya cipta dan karya. Pesantren yang dibangun tahun 1995 ini memang memiliki keunikan. Bukan saja pola pendidikan modern yang diprioritaskan. Tapi sekolah ini juga didukung oleh lokasi yang serba alami. Lokasinya berada di lingkungan pedesaan yang sangat jauh dari deru kendaraan dan hiruk pikuk perkotaan Pemondokan dan tempat belajar yang dikelilingi pohon bambu yang rindang dan pohon-pohon rambutan menambah gairah belajar para siswa.