Kebangkitan Islam, Melawan Kekuatan Imperialis



Kebangkitan rakyat di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dewasa ini telah berhasil menumbangkan sejumlah rezim depotik semacam Ben Ali di Tunisia, Mubarak di Mesir dan Gaddafi di Libya. Kini, bola salju perlawanan rakyat itu terus menggelinding kencang menggoyang negara-negara monarki Arab.

Hingga kini perlawanan di negara-negara muslim itu menuai pertanyaan besar, apakah kebangkitan tersebut murni tuntutan rakyat mewujudkan demokratisasi ataukah kebangkitan Islam ?

Peneliti bidang kehidupan beragama dari Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (Balitbang) Makassar menilai kebangkitan Islam dan demokratisasi sama-sama bermain dominan.

Doktor Pemikiran Islam jebolan UIN Alauddin Makassar itu memandang kebangkitan rakyat Timur Tengah dan Afrika Utara sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim-rezim despotik boneka Washington.

Selengkapnya simak wawancara Purkon Hidayat dari IRIB Bahasa Indonesia dengan Dr. Sabara berikut ini.

Bagaimana pandangan Anda sebagai peneliti agama dan doktor pemikiran Islam menyikapi fenomena perlawanan rakyat di Timur Tengah dan Afrika Utara? Saya melihat tampaknya ada dua tesis besar yang menyeruak; pertama, memandang perlawanan rakyat murni sebagai tuntutan mereka mewujudkan demokratisasi, dan kedua memandang fenomena itu sebagai Kebangkitan Islam. Nah bagaimana Anda melihat dua persoalan ini?

Saya melihat dua tesis antara Kebangkitan Islam dan demokratisasi bermain dominan terutama dengan melihat masyarakat Timur Tengah karena mereka berada di bawah dominasi Amerika. Mereka hendak melawan ini.

Semangat demokratisasi buat saya masih dominan, namun tidak berarti mengabaikan Kebangkitan Islam. Kalau menurut saya, apa yang terjadi di Bahrain dan Suriah juga sama dengan yang terjadi di Mesir sekalipun dalam skala yang lebih kecil. Bila melihat keadaan Mesir, apa yang terjadi di sana lebih dominan tuntutan untuk diterapkannya demokratisasi. Hal itu karena mereka selama sekian puluh tahun berada di bawah kekuasaan Hosni Mubarak. Rezim Mubarak selama bertahun-tahun memberangus demokrasi di sana.

Hal yang sama juga terjadi di Bahrain. Di negara ini semangat demokratisasi masih sangat dominan. Semangat melawan imperialis juga cukup dominan bermain. Begitu juga dengan kasus Suriah. Namun demikian, semangat Kebangkitan Islam juga tidak dapat diabaikan.

Doktrin Kebangkitan Islam di hadapan negara-negara Barat atau negara-negara imperialis itu sangat kuat. Apa yang kita saksikan muncul dari semangat demokratisasi dan Kebangkitan Islam, sehingga memunculkan perubahan di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.



1 2 3 4 next