SYAFAAT; Ajaran Otentik Islam (3)



 

(kutipan ketiga)

Penyusun: Markaz Al-Risalah

Penerjemah: Ahmad Hafidh Alkaf

 

Bagian Ketiga:

Syafaat dan Pengaruhnya di Dunia

 

Seluruh pembahasan kita yang telah lalu adalah mengenai syafaat di akhirat. Saat itu, orang yang mendapatkan syafaat akan diampuni semua dosanya dan selamat dari siksaan neraka.

Selain itu, kita juga telah menjelaskan beberapa kritik terhadap konsep syafaat dan jawabannya. Akhirnya, dengan berdasarkan dalil-dalil yang ada, baik yang diambil dari Al-Quran Al-Karim maupun hadis Nabi SAWW, kita berkesimpulan bahwa syafaat selain secara teoritis bisa diterima, di hari akhir juga akan terealisasi karena ia merupakan janji Allah SWT.

Kini, kita dihadapkan pada permasalahan syafaat dan pengaruhnya terhadap kehidupan duniawi kita. Permasalahan ini bisa kita jabarkan dalam bentuk pertanyaan berikut ini.

Apakah meminta syafaat kepada selain Allah SWT untuk hal-hal yang bersifat duniawi dibenarkan dalam syariat Islam? Syafaat semacam ini, seperti meminta rezeki, memohon kesembuhan dari penyakit, keberhasilan dalam usaha, atau keselamatan dari bahaya dan semua hal lainnya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, bisakah mendatangkan manfaat bagi seseorang? Singkatnya, apakah hal itu diperbolehkan dalam agama dan adakah faedah dibaliknya?

 Mengenai pertanyaan “Apakah hal itu dibenarkan dalam agama?”, sebelum ini telah kami jelaskan bahwa Allah memberi izin kepada sekelompok manusia yang Dia ridhai untuk memberikan syafaat kepada siapa saja yang Dia ridhai. Banyak juga riwayat hadis yang menguatkan hal tersebut dan sudah kami jelaskan sebelumnya. Jadi, untuk pertanyaan pertama, jawabannya sudah jelas.



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 next