ELEMEN-ELEMEN WILAYAH KEPADA AHLULBAIT AS.



“Taatilah Allah dan Rasul-Nya serta ulul amr (pe-mimpin) dari kalian”[2]

 

Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bahwa jalan menuju wilayah mesti jelas, sehingga umat manusia ber-wilayah atas dasar bukti yang kuat. Singkatnya, wilayah tidak terpisahkan dari pengakuan, dan pengakuan tidak terpisahkan dari keyakinan dan keyakinan tidak terpisahkan dari bukti.

Ziarah Jami’ah memperlihatkan kedudukan Ahlulbait as. sebagai berikut: “Beruntunglah orang yang berwilayah pada kalian, binasalah orang yang memusuhi kalian, seng-saralah orang yang mengingkari kalian, tersesatlah orang yang berpisah dari kalian, menanglah orang yang berpe-gang teguh pada kalian, amanlah orang yang berlindung pada kalian, selamatlah orang yang membenarkan kalian, dan berpetunjuklah orang yang memegang erat kalian”.

 

Ikatan Organik

Untuk berbicara tentang elemen-elemen yang membentuk wilayah kepada Ahlulbait as., terlebih dahulu kita harus menerangkan arti harfiah wala’ sebagaimana mestinya da-lam literatur kontemporer. Hal itu penting sekali dan tidak mudah. Literatur sosial kontemporer kita sekarang tidak sanggup menjangkau arti kata ini,. Maka dari itu, kita tidak menemukan hubungan erat antar manusia selain wala’ dalam dua dimensi sekaligus, yaitu hubungan secara vertikal dan secara horisontal dalam kepemimpinan politik, hukum, peradaban, ketaatan, pengikutan dan … Hubungan wilayah adalah hubungan khas di tengah umat manusia secara vertikal dan horisontal:

Wilayah secara vertikal adalah hubungan antara umat dengan Allah swt., Rasulullah dan wali amr atau pemimpin Islam. Hubungan ini akan mengejewantah dalam ketaatan, cinta, pembelaan, nasihat, pengikutan dan … Semua itu ber-arti apabila kita memandang wilayah vertikal ini dari bawah ke atas. Allah berfirman:

 

Taatilah Allah dan taatilah Raslulullah dan wali amr kalian”.



back 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 next