Tafsir Tematik Tauhidi Sayyid Mohammad Baqir Sadr



Ibrahim Jakfari: Penamaan tafsir tematik beliau dengan nama "Tauhidi" karena pandangan dan keyakinan beliau pada Al Quran sebagai sebuah kesatuan untuk menyelesaikan berbagai problema kehidupan.

QNA: Ibrahim Jakfari, mantan PM Irak dan ketua Reformasi Nasional Irak yang merupakan sahabat awal-awal Syahid Mohammad Baqir Sadr menyampaikan hal itu dalam sebuah makalah yang beliau judul Imam As Sadr merenungi fikiran dan sepak terjangnya, yang dipublikasikan di situs Syabakah Irak Ats Tsaqafiyah.

Ibrahim Jafari dalam artikel tersebut mengajak pembaca untuk meninjau kembali ide-ide dan karya Syahid Sadr di beberapa bidang seperti ekonomi, politik, sejarah, dan penafsiran Alquran tematik.

Begitu pula, menurutnya patut juga mendapat renungan interaksi beliau dengan para maraji' dan ulama Hauzah Ilmiyah Najaf.

Pada mukaddimah tulisannya Jakfari menyebutkan tentang biografi singkat kehidupan Almarhum dan menegaskan, bahwa beliau adalah seorang jenius di bidang filsafat, ekonomi, sosiologi, hukum (fikih), ushul fikih, politik, sejarah dan tafsir tematik.

Ayatullah Sadr memberi nama pada kumpulan tafsir tematik yang telah beliau susun dengan nama tafsir Tauhidi, hal ini menunjukkan pada cara pandang dan keyakinan beliau bahwasanya Al Quran adalah sebuah kesatuan dan beliau menjadikan hal itu sebagai pondasi dalam menafsirkan Al Quran, tegasnya.

Dia menambahkan, bahwa metode penafsiran Al Quran Sayyid Mohammad Baqir Sadr adalah berbeda dengan mayoritas para mufassir yang berangkat dari Al Quran dan berusaha untuk memberikan interpretasi atas teks dan menerapkannya pada kondisi luar dan realitas kehidupan yang kita jalani. Namun beliau melakukan hal yang sebaliknya, dimana beliau memulai dari realitas dan problema kehidupan untuk kemudian mencari pandangan Al Quran tentang hal itu.

Ibrahim Jafari, berkenaan dengan Mahdiisme dalam pemikiran Ayatullah Sadr, menurutnya dalam pemikiran beliau pembahasan tentang hal ini dibagi dalam dua tingkat kajian ilmiah dan Islami.

Menurut beliau lebih dari 6.000 riwayat dari berbagai kitab referensi Syiah dan Sunni telah menyebutkan tentang akan munculnya Imam Mahdi (aj) di akhir zaman. Karenanya menurutnya ini merupakan masalah yang besar dan tidak boleh diabaikan begitu saja.

Mantan Ketua Partai Islam Ad Dakwah Irak juga menyebutkan, bahwa Syahid Sadr meyakini Al Quran sebagai kitab "pegangan hidup" yang mencakup semua aspek kehidupan dan ini adalah sesuatu yang telah dipesankan oleh Imam Ali as sebagai metode 'Istinthaq' yakni dengan selalu menjalin hubungan dengan Al Quran sehingga Al Quran menyampaikan pesan-pesannya kepada kita.



1 next